Now streaming ஜூன் 15, 2026
Hot pulse
India News

TMC lurches from crisis to crisis: Mamata’s party battles for survival as rebel MPs move to stake claim

Mark Hernandez 3 mins read 1 views

TMC Terus dalam Krisis: Mamata Banerjee Bertahan Meski Anggota Dewan Berpindah TMC lurches from crisis to crisis - Partai TMC, yang dipimpin Mamata Banerjee, kembali menghadapi gelombang krisis yang berlanjut.…

TMC lurches from crisis to crisis: Mamata’s party battles for survival as rebel MPs move to stake claim

TMC Terus dalam Krisis: Mamata Banerjee Bertahan Meski Anggota Dewan Berpindah

TMC lurches from crisis to crisis – Partai TMC, yang dipimpin Mamata Banerjee, kembali menghadapi gelombang krisis yang berlanjut. Dalam beberapa minggu terakhir, pihak internal partai melakukan tindakan pembersihan untuk memperkuat kontrol mereka atas kekuasaan, sambil menghadapi serangan dari anggota dewan yang berselisih. Penyitaan di rumah Abhishek Banerjee, sekretaris nasional TMC di Kolkata, yang dilakukan polisi pada Jumat pagi, menjadi bukti bahwa upaya untuk memecah partai masih berlangsung. Aksi ini memicu reaksi tajam dari kamp Mamata, yang menilai bahwa TMC “lurches from crisis to crisis” karena menghadapi tekanan dari dalam dan luar.

Konflik Internal TMC

Krisis yang terjadi di TMC terkait dengan pergeseran pengambil alih kekuasaan di kantor Delhi. Sebelumnya, kantor partai berada di bungalow Partha Bhowmick, salah satu dari 19 anggota dewan yang memisahkan diri. Namun, setelah Bhowmick dianggap sebagai bagian dari kelompok yang memisahkan diri, TMC memindahkan operasi ke alamat di South Avenue yang digunakan oleh Mohammed Nadimul Haque. Kini, dengan perpindahan ke Hooghly Block, Bishambar Das Marg, partai mencoba memulihkan koordinasi internal. Namun, kesan kekacauan tetap menghiasi kegiatan partai, menunjukkan ketidakstabilan politik yang terus-menerus.

“Operasi Lotus bukan hanya untuk menargetkan pemimpin yang menolak diktat BJP, tetapi juga untuk menunjukkan dominasi TMC dalam menghadapi kekacauan internal. Upaya ini dianggap sebagai bentuk balas dendam politik, intimidasi, dan penderitaan mental,” serangannya terus berlanjut.

Pergeseran Kantor dan Perubahan Struktur Partai

Kantor Delhi TMC yang sebelumnya berada di bungalow Partha Bhowmick kini beralih ke alamat Nadimul Haque di South Avenue. Perpindahan ini tidak hanya mencerminkan pergeseran kekuasaan, tetapi juga menunjukkan bahwa partai sedang berusaha memperbaiki struktur organisasi. Namun, keputusan untuk memindahkan ke Hooghly Block memicu spekulasi bahwa TMC mencoba menjaga kepentingan politik mereka di tengah tekanan dari anggota dewan yang berselisih. Selain itu, rencana pertemuan anggota dewan untuk menyatakan keinginan menjadi “TMC sejati” menambah kompleksitas dinamika internal partai.

“Pecahnya partai tidak lagi menjadi isu teoritis. Amandemen ke-91 telah memutus kemungkinan itu, dan pembentukan ‘kelompok terpisah’ membutuhkan keikutsertaan seluruh anggota dewan. Mereka hanya bisa bergabung dengan BJP jika seluruh TMC bersatu, yang hingga kini belum tercapai,” tambah Saket Gokhale, pembicara nasional TMC.

Krisis Partai dan Peran Media Sosial

Dalam konteks pertarungan politik, TMC sering kali mengandalkan media sosial untuk menyebarluaskan pesan mereka. Rajya Sabha MP Sagarika Ghose, dalam postingannya di X, menyoroti bahwa penyitaan di rumah Abhishek Banerjee tidak menghasilkan bukti kejahatan, sehingga dianggap sebagai tindakan represif terhadap anggota dewan yang memisahkan diri. Tindakan ini dianggap sebagai upaya untuk menegaskan dominasi pihak pengambil alih kekuasaan, sementara anggota dewan yang berselisih mencoba memperkuat kredibilitas mereka di luar lingkaran partai.

Perdebatan terus memanas ketika anggota dewan yang memisahkan diri berupaya mengklaim bahwa mereka mewakili visi lebih besar dari TMC. Mereka berargumen bahwa perpindahan kantor dan serangan terhadap anggota dewan adalah bukti kekuasaan yang terpusat di satu pihak. Namun, kamp Mamata menolak klaim ini, menyatakan bahwa anggota dewan yang berselisih hanya mengambil keuntungan politik untuk menciptakan ketidakstabilan. Krisis TMC menjadi simbol perang internal yang memperlihatkan perbedaan visi antara pemimpin dan para anggota yang ingin memisahkan diri.

“TMC adalah partai yang selama ini dikenal sebagai penentu arah politik Bengal Barat. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, partai ini terus berada dalam kekacauan, baik karena keputusan internal maupun karena tekanan dari pihak luar. Kita harus memperhatikan bahwa ‘crisis to crisis’ bukan hanya kata-kata, tetapi juga realitas yang terjadi di dalam partai,” kata analis politik.

Sementara itu, publik dan kritikus mengamati perubahan ini sebagai indikator melemahnya TMC di tengah kompetisi dengan partai-partai lain. Media lokal dan nasional memperhatikan setiap gerakan partai, terutama dalam menilai kemampuan Mamata Banerjee untuk mempertahankan kekuasaan. Perdebatan mengenai partai yang “lurches from crisis to crisis” menjadi topik hangat, dengan berbagai pihak memberikan interpretasi berbeda mengenai krisis TMC. Apakah ini bagian dari strategi politik, atau gejala kehilangan konsensus internal? Pertanyaan ini masih terbuka bagi pengamat.

Gabung diskusi