Now streaming ஜூன் 16, 2026
Hot pulse
India News

‘Pristine forests at risk’: Jairam Ramesh urges Rajnath Singh to rethink Great Nicobar airport, expand INS Baaz instead

Christopher Lopez 3 mins read 2 views

Hutan Pristine Berada dalam Bahaya: Jairam Ramesh Serukan Peninjauan Kembali Pembangunan Bandara Great Nicobar Pristine forests at risk - Dalam upaya

‘Pristine forests at risk’: Jairam Ramesh urges Rajnath Singh to rethink Great Nicobar airport, expand INS Baaz instead

Hutan Pristine Berada dalam Bahaya: Jairam Ramesh Serukan Peninjauan Kembali Pembangunan Bandara Great Nicobar

Pristine forests at risk – Dalam upaya menyelamatkan hutan yang masih alami dari ancaman penggundulan, Jairam Ramesh, anggota parlemen Partai Kongres, menulis surat kepada Menteri Pertahanan Rajnath Singh, meminta ia meninjau kembali keputusan pemerintah untuk membangun bandara baru di Great Nicobar. Ramesh menegaskan bahwa memperluas landasan pacu INS Baaz adalah pilihan yang lebih baik secara ekologis, dibandingkan merusak ekosistem hutan yang kini berada dalam bahaya.

Permintaan Sejak Mei

Ramesh mengusulkan alternatif ini sejak 16 Mei lalu, menekankan bahwa proyek peningkatan INS Baaz dapat memenuhi kebutuhan militer strategis di Kepulauan Andaman dan Nicobar sambil menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengatakan bahwa pemilihan lokasi bandara baru di Gandhi Nagar-Shastri Nagar menimbulkan kekhawatiran besar karena akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang jauh lebih besar.

Dalam surat yang dikirimkan pada Jumat, Ramesh menyatakan bahwa ekosistem di sekitar area pembangunan bandara baru akan terganggu secara signifikan. Ia menyoroti bahwa perluasan landasan pacu hingga 4,500 kaki di INS Baaz, meskipun juga mengganggu, tidak separah pembangunan di area yang telah ditetapkan.

Kerusakan Lingkungan Di Daerah Tertentu

Ramesh memberikan tujuh alasan mengapa lokasi bandara di Great Nicobar lebih berisiko. Di antaranya, area tersebut mencakup dua bukit hutan dengan ketinggian 115 meter, yang akan terancam hilang. Diperkirakan 225 hektar hutan terlindungi dan 130 hektar tanah hutan Shompen akan terkena dampak langsung dari proyek ini.

Kawasan ini juga termasuk dalam Zona Perlindungan Coastal (ICRZ-1A), kategori perlindungan lingkungan tertinggi. Wilayah ini menjadi tempat berkembang biak bagi burung Nicobar Megapode yang terancam punah, serta memiliki pasir pantai yang penting untuk keberlanjutan populasi penyu. Ramesh menambahkan bahwa proyek ini akan menggunduli tanah basah dan menyebabkan perpindahan kura-kura air asin ke tempat lain.

Surat Ramesh Kepada Menteri Lingkungan

“Kerusakan ekologis dari Proyek Pulau Great Nicobar semakin jelas dan menimbulkan kekhawatiran yang luas,” tulis Ramesh. Ia mengingatkan bahwa tekanan dari masyarakat akhirnya memaksa kementerian berpikir ulang, terutama setelah selama dua tahun terakhir ia menulis empat kali tentang evaluasi dampak lingkungan yang ia anggap tidak cukup menyeluruh.

Surat Ramesh telah dikirim ke Menteri Lingkungan Bhupender Yadav, mengingatkan bahwa hutan yang masih asli di wilayah ini perlu perlindungan ekstra. Ia juga menekankan bahwa kementerian pertahanan belum melakukan analisis dampak lingkungan yang memadai sebelum menyetujui proyek tersebut.

Proyek Pemerintah dan Perlawanan

Pernyataan Ramesh muncul setelah kementerian pertahanan menegaskan bahwa proyek Great Nicobar penting untuk kepentingan laut India. Namun, sumber dari kementerian tersebut mengakui bahwa proyek ini akan merusak hutan yang masih alami. Ia menyebut kritikus mengalami ‘ketidaktahuan geografis’ karena menganggap peningkatan INS Baaz tidak cukup signifikan.

Ramesh juga menyoroti bahwa pengembangan bandara dan pelabuhan transshipment akan mengganggu keberlanjutan hutan yang kini berada dalam bahaya. Selain itu, proyek ini melibatkan penggusuran dua desa yang tinggal di atas area yang direncanakan, sehingga mengharuskan pemukiman warga terus berpindah selama beberapa tahun terakhir.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Sebagai bagian dari upaya meminimalkan dampak negatif, Ramesh menyarankan beberapa langkah praktis. Pertama, melakukan evaluasi dampak lingkungan yang lebih mendalam sebelum menyetujui proyek. Kedua, mengalokasikan dana untuk pelestarian hutan yang kini berada dalam bahaya. Ketiga, mempertimbangkan kebutuhan komunitas lokal yang tinggal di sekitar area pembangunan.

Ramesh menekankan bahwa hutan yang masih asli tidak hanya menjadi habitat bagi flora dan fauna, tetapi juga menyimpan keanekaragaman hayati yang unik. Ia meminta kementerian pertahanan dan lingkungan melakukan kerja sama untuk mencari solusi yang seimbang antara kebutuhan militer dan perlindungan lingkungan.

Kritik Terhadap Rencana Pemerintah

Kritik terhadap proyek Great Nicobar tidak hanya datang dari Ramesh, tetapi juga dari berbagai pihak. Menurut kritikus, pembangunan bandara dan pelabuhan akan menghancurkan ekosistem yang belum terganggu sebelumnya. Proyek ini dianggap sebagai pengorbanan lingkungan untuk kepentingan ekonomi dan militer yang jangka pendek.

Menyusul pernyataan Ramesh, Ketua Partai Kongres Rahul Gandhi menyatakan bahwa proyek ini lebih dari sekadar infrastruktur militer, melainkan juga upaya mendukung pengusaha yang ingin membangun hotel dan kasino di area hutan yang kini berada dalam bahaya. Ia menambahkan bahwa keputusan ini perlu mendapat pertimbangan lebih matang, khususnya mengenai dampak jangka panjang terhadap lingkungan.

Gabung diskusi