Now streaming ஆகஸ்ட் 1, 2026
Hot pulse
India News

‘Power to you Sonam and young cockroaches’: Atishi joins CJP protest on day 24 as Wangchuk’s health worsens

Sarah Hernandez - thedeshpost.com 3 mins read 5 views

Kekuatan kepada Sonam dan Belalang Muda: Atishi Bergabung dalam Protes CJP Hari ke-24 Thedeshpost.com – Protes CJP (Cockroach Janta Party) yang menuntut keadilan dalam masalah kelewatangan ujian telah berlangsung selama…

‘Power to you Sonam and young cockroaches’: Atishi joins CJP protest on day 24 as Wangchuk’s health worsens

Kekuatan kepada Sonam dan Belalang Muda: Atishi Bergabung dalam Protes CJP Hari ke-24

Thedeshpost.com – Protes CJP (Cockroach Janta Party) yang menuntut keadilan dalam masalah kelewatangan ujian telah berlangsung selama 24 hari, dengan Atishi, anggota Dewan Legislatif Delhi dan pemimpin oposisi, serta sejumlah tokoh politik dan publik, menunjukkan dukungan kuat terhadap pergerakan ini. Fokus utama protes adalah pada kritik terhadap kebocoran kertas soal ujian yang memperburuk kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan. Dalam postingan di X, Atishi menulis, “Kekuatan kepada Sonam dan belalang muda,” menggambarkan semangat pemberontakan yang terus membara di Jantar Mantar.

Mengapa Protes Ini Berlangsung?

Protes yang dimulai pada 20 Juni ini menyoroti kelewatangan dalam ujian kompetitif, terutama kontroversi bocoran soal NEET-UG. Para pengunjuk rasa, termasuk Sonam Wangchuk, menuntut pemecatan Menteri Pendidikan Pusat Dharmendra Pradhan, menegaskan bahwa kebocoran soal tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan dari pemerintah. Pada hari ke-16 puasa tanpa makan Sonam Wangchuk, kondisi kesehatannya semakin memburuk, dengan tekanan darah yang turun menjadi 107/70 dan glukosa 67. Namun, semangatnya tetap tak tergoyahkan, menunjukkan komitmen untuk memperjuangkan keadilan bagi generasi muda.

“Kami menuduh kebocoran kertas ujian berulang kali tidak mungkin terjadi tanpa pengetahuan dari Kementerian Pendidikan Pusat,” tulis Atishi dalam postingan yang mendapat respons positif dari ribuan pengikut. “Ini adalah isu yang mendesak, dan kami percaya bahwa tindakan kami akan mengubah situasi.” Dukungan terhadap Sonam Wangchuk dan anggota lainnya dari partai oposisi menunjukkan solidaritas yang luas, memperkuat keterlibatan politik dalam isu pendidikan.

Kondisi Kesehatan Wangchuk dan Dukungan Politik

Sonam Wangchuk, yang mengawali puasa tanpa makan sejak 20 Juni, telah menjadi simbol perlawanan terhadap sistem ujian yang dianggap tidak adil. Selama 24 hari, ia mengalami penurunan berat badan sebesar 8.2 kg, dengan kondisi kesehatannya yang memburuk memicu kekhawatiran dari penggemar dan anggota partai. Meskipun demikian, ia tetap bertahan di Jantar Mantar, memastikan bahwa protes tetap berlangsung hingga hari ke-24.

Kebocoran soal ujian tidak hanya menimbulkan protes di Delhi, tetapi juga mendapat perhatian nasional. Para pemimpin oposisi seperti Atishi dan Shelly Oberoi, mantan walikota Delhi, terus memperkuat tuntutan mereka, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penyelenggaraan ujian. Selain itu, anggota parlemen Samajwadi Party Pushpendra Saroj serta mantan menteri kesehatan Kerala K K turut serta dalam seruan untuk reformasi sistem pendidikan.

“Kita semua berkumpul untuk menunjukkan solidaritas terhadap protes ini,” kata Shailaja, yang turut berbicara dalam acara khusus. “Kekuatan kepada Sonam dan belalang muda—ini adalah tuntutan yang adil dan harus didengar oleh pemerintah.” Pengunjuk rasa juga meminta pemerintah untuk mengeluarkan penjelasan resmi mengenai penyebab kebocoran soal, serta mengusulkan perbaikan dalam pengawasan ujian. Protes ini menggambarkan kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pendidikan yang dinilai memperburuk peluang generasi muda.

Kontroversi NEET-UG dan Tuntutan Reformasi

Kontroversi bocoran soal NEET-UG menjadi pemicu utama protes CJP, dengan banyak siswa dan orang tua mengeluhkan ketidakadilan dalam seleksi masuk universitas. Pemimpin CJP, Sonam Wangchuk, menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan ini, bahkan sampai mengorbankan kesehatannya sendiri. Protes hari ke-24 menunjukkan bahwa isu ini belum reda, dengan tuntutan untuk pemecatan Menteri Pradhan dan peningkatan transparansi dalam sistem ujian.

Pengadilan Delhi juga memainkan peran dalam memperkuat tekanan terhadap pihak terlibat. Sejumlah tersangka dalam kasus kebocoran soal NEET-UG baru-baru ini diperpanjang masa tahanannya hingga 24 Juli. Ini menunjukkan bahwa pemerintah bersikeras menegakkan hukum, meskipun protes berlangsung sambil menunggu keputusan. CJP berencana untuk mengadakan pawai ke Parlemen pada 20 Juli, menunjukkan upaya untuk mengungkap fakta secara lebih luas. Kekuatan kepada Sonam dan belalang muda terus menjadi slogan yang menggema, menegaskan harapan akan perubahan yang signifikan.

Protes ini tidak hanya menjadi bentuk kekecewaan terhadap sistem ujian, tetapi juga menyentuh isu keadilan sosial. Banyak pengunjuk rasa menganggap kebocoran soal sebagai bentuk diskriminasi terhadap siswa dari latar belakang yang lebih rendah, yang kurang memiliki akses ke sumber daya untuk mempersiapkan ujian. Atishi dan rekan-rekannya meminta pemerintah untuk menegakkan aturan, menghindari kecurangan, dan memastikan setiap peserta ujian memiliki kesempatan yang sama.

Gabung diskusi