Now streaming ஜூன் 16, 2026
Hot pulse
India News

PM SVANidhi Yojana: How UP became India’s top state for street vendor loans

Linda Brown 3 mins read 3 views

Skim PMSVANidhi: Bagaimana Uttar Pradesh Menjadi Negeri Teratas dalam Pembiayaan Kaki Limpah PM SVANidhi Yojana - Sebelumnya, bagi jutaan penjual kaki lima di kota-kota dan desa-desa India, akses terhadap kredit…

PM SVANidhi Yojana: How UP became India’s top state for street vendor loans

Skim PMSVANidhi: Bagaimana Uttar Pradesh Menjadi Negeri Teratas dalam Pembiayaan Kaki Limpah

PM SVANidhi Yojana – Sebelumnya, bagi jutaan penjual kaki lima di kota-kota dan desa-desa India, akses terhadap kredit yang terjangkau adalah impian yang sulit tercapai. Pembiayaan dari pinjaman daerah sering kali dikenakan bunga yang sangat tinggi, bank biasanya menolak permohonan mereka, dan satu kejadian tak terduga—seperti musim hujan buruk atau penindasan kota—dapat menghabiskan seluruh modal kerja mereka.

Program PMSVANidhi, yang diluncurkan pada bulan Juni 2020, telah mengubah persamaan ini secara mendasar. Di Uttar Pradesh, skema ini menjadi salah satu program penyaluran kredit terdepan di era ini, dengan dampak yang nyata pada tingkat terakhir.

Apa Itu Program PMSVANidhi?

Program PMSVANidhi (PMSVANidhi) adalah skema kredit mikro yang diluncurkan oleh Kementerian Perumahan dan Pengembangan Kota (MoHUA) untuk memberikan pinjaman modal kerja yang terjangkau kepada penjual kaki lima yang terdampak atau terganggu oleh pandemi COVID-19 serta kondisi pasca-pandemi. Skema ini membantu penjual kaki lima memulihkan penghidupan, beralih ke sistem keuangan formal, dan membangun riwayat kredit yang memungkinkan pertumbuhan lebih lanjut.

“PMSVANidhi, yang diluncurkan pada bulan Juni 2020, mengubah persamaan ini secara mendasar.”

Kelayakan Pemohon

Siapa pun yang menjual barang di kawasan perkotaan sebelum atau pada tanggal 24 Maret 2020 layak mengajukan permohonan. Ini mencakup: penjual yang memiliki Sertifikat Penjualan dari Badan Lokal Kota (ULB), penjual yang terdaftar dalam survei ULB, penjual yang dianugerahi Rekomendasi dari ULB atau Komite Penjualan Kota, serta penjual di area yang berdekatan dengan batas perkotaan.

Tidak ada batasan jenis barang yang dijual—dari buah dan sayur, pakaian, sepatu, makanan masak, hingga produk kerajinan. Skema ini terbuka untuk semua jenis kelamin, dengan fokus khusus pada penjangkauan penjual perempuan.

Cara Mengajukan PMSVANidhi di Uttar Pradesh

Langkah 1: Kunjungi portal resmi PMSVANidhi di pmsvanidhi.mohua.gov.in atau pusat layanan umum (CSC) terdekat. Langkah 2: Daftarkan diri dengan menggunakan nomor Aadhaar dan nomor telefon (verifikasi OTP terkait Aadhaar). Langkah 3: Isi formulir pendaftaran dengan detail pribadi, kategori penjualan, dan alamat usaha. Unggah foto serta sertifikat penjualan atau rekomendasi. Langkah 4: Permohonan diolah oleh Badan Lokal Kota dan dikirim ke institusi peminjam. Institusi peminjam termasuk bank komersial terjadwal, bank pedesaan daerah, lembaga mikrofinansial, bank terkait kelompok keuangan mikro (SHG), serta bank koperasi. Langkah 5: Setelah disetujui, jumlah pinjaman langsung ditransfer ke rekening bank, biasanya dalam waktu 30 hari setelah pengajuan. Pembayaran dilakukan secara bulanan selama 12 bulan.

Kinerja Uttar Pradesh: Pemimpin Nasional

Uttar Pradesh secara konsisten menduduki posisi teratas dalam implementasi PMSVANidhi. Sampai dengan data yang dikumpulkan oleh MoHUA, lebih dari 60 lakh manfaat terdistribusi ke seluruh 762 Badan Lokal Kota—jumlah terbesar dibandingkan negara bagian lainnya di India. Kota-kota seperti Lucknow, Kanpur, Varanasi, Agra, dan Gorakhpur menunjukkan adopsi yang sangat tinggi, dengan banyak penjual kaki lima kini memperoleh pinjaman tiga tahap senilai Rs 50,000.

Dalam Gorakhpur saja, skema ini telah menjangkau lebih dari 1.5 lakh penjual kaki lima—capaian kota yang menjadi contoh bagi pengurangan kemiskatan perkotaan menurut MoHUA. Penjual yang awalnya memperoleh pinjaman Rs 10,000 untuk mengisi keranjang buah kini mengelola operasi rantai pasok yang lebih kompleks, membeli langsung dari pasar, menciptakan pekerjaan untuk anggota keluarga, serta menjaga jejak pembayaran digital formal.

Beyond Kredit: Membangun Identitas Keuangan

Mungkin dimensi tertransformasional dari PMSVANidhi adalah pembentukan identitas keuangan resmi bagi individu yang sebelumnya tidak terdaftar dalam sistem perbankan. Melalui pelacakan transaksi digital yang wajib, penjual kaki lima membangun riwayat kredit yang dapat diverifikasi. Banyak dari mereka telah memanfaatkan dasar ini untuk mengakses pinjaman pertanian, pinjaman perumahan dalam program PMAY, serta jalur kredit kelompok keuangan perempuan.

Penggunaan skema bersama dengan Unified Payments Interface (UPI) dan sistem kode QR juga mendorong literasi digital secara tak terduga. Penjual kaki lima di kota-kota kedua dan ketiga kini rutin menerima pembayaran melalui PhonePe dan GooglePay—perubahan perilaku ini memperkuat manajemen aliran kas mereka serta daya tarik terhadap pelanggan.

Langkah Selanjutnya

Pemerintah terus memperluas cakupan PMSVANidhi, dengan Anggaran Konsensus 2024–25 mengumumkan peningkatan…

Gabung diskusi