Now streaming ஜூலை 31, 2026
Hot pulse
India News

Centre puts Ram temple recce operative, Hafiz Saeed’s son-in-law on terror list

Nancy Johnson - thedeshpost.com 3 mins read 9 views

Pemerintah Pusat Menambahkan Operatif Penyelidikan Kuil Ram, Menantu Hafiz Saeed ke Daftar Teroris Centre puts Ram temple recce operative - NEW DELHI:

Centre puts Ram temple recce operative, Hafiz Saeed’s son-in-law on terror list

Pemerintah Pusat Menambahkan Operatif Penyelidikan Kuil Ram, Menantu Hafiz Saeed ke Daftar Teroris

Thedeshpost.com – NEW DELHI: Kementerian Dalam Negeri pada Jumat menunjuk 23 operatif dari Pakistan dan Daerah Administrasi Pakistan (PoJK) sebagai teroris berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Tidak Sah (UAPA). Daftar ini mencakup individu yang diduga bertugas melakukan penyelidikan terhadap kuil Ram Janmabhoomi di Ayodhya serta kerabat dekat dari pendiri Lashkar-e-Taiba, Hafiz Muhammad Saeed. Tindakan ini ditujukan untuk menghukum jaringan para pejabat senior dari Lashkar-e-Taiba dan Jaish-e-Mohammed, termasuk komandan, rekruter, pendana, serta koordinator logistik yang diduga memfasilitasi infiltrasi, pendanaan teroris, dan serangan terhadap India. Enam dari 23 orang yang ditunjuk adalah warga negara India yang kini tinggal di Pakistan atau PoJK. Semua 23 nama telah dimasukkan ke dalam Scheduel Keempat UAPA, menurut kantor berita PTI.

Operatif Terkenal

Di antara nama-nama yang terkenal adalah Mohammad Musaddiq, seorang operatif Jaish-e-Mohammed yang dikenal dengan beberapa nama samaran seperti Dokter dan Abdul Mannan. Menurut kementerian, ia bertugas melakukan penyelidikan terhadap kuil Ram Janmabhoomi di Ayodhya, markas RSS di Nagpur, serta pabrik minyak India di Panipat. Ia juga disebut sebagai komandan peluncuran yang terlibat dalam serangan di sektor Lasiyakot dan membantu infiltrasi melalui terowongan sambil mengatur pengiriman senjata via drone ke India.

Figur Penting Lainnya

Figur kunci lainnya adalah Masood Ilyas Kashmiri, yang dianggap sebagai pengikut dekat dari pemimpin Jaish, Maulana Masood Azhar. Kementerian menyatakan ia berperan dalam koordinasi infiltrasi ke Jammu dan Kashmir, merekrut pemuda melalui media sosial, mengumpulkan dana untuk terorisme, dan terlibat dalam perencanaan serangan April 2022 terhadap pos polisi dekat kantor PDP di Sunjwan.

Koordinator Peluncuran dan Pelatihan

Mufti Mohammad Asghar Khan, yang diidentifikasi sebagai Amir dan kepala cabang militer Jaish-e-Mohammed di PoJK, diduga mengoperasikan kamp pelatihan di Muzaffarabad serta terlibat dalam serangan terhadap pos tentera Nagrota. Hafiz Abdul Shakoor, juga terkait dengan JeM dan Harkat-ul-Mujahideen, secara terang menfasilitasi masuknya teroris Pakistan melalui sektor Samba-Kathua untuk serangan yang sama.

Koordinator Infiltrasi

Kementerian juga menamakan Abdullah Jihadi, yang dituduh mengelola kamp peluncuran di Kupwara dan Baramulla, serta membantu infiltrasi ke Kashmir Utara sambil mencoba menginspirasi rasa benci terhadap India.

Kasus Penyelidikan dan Dukungan Teroris

Di antara enam warga negara India yang ditetapkan, Firdous Ahmad Bhat diduga pernah masuk ke Pakistan melalui perbatasan Wagah pada 2018 sebelum bergabung dengan Lashkar-e-Taiba. Pihak berwenang menyebut ia kini berperan sebagai komandan peluncuran, merekrut pemuda di Kashmir Selatan, serta menyalurkan senjata ke pihak luar.

Jaringan Teroris Lintas Batas

Haroon Rashid Ganai, Bilal Ahmad Mir, Abid Qayoom Lone, Nazir Ahmed Gujjar, Owais Farooz, dan Mohammad Shahid Faisal termasuk dalam enam warga negara India yang diberi label teroris. Mereka diduga terlibat dalam rekrutmen, perencanaan serangan, pengaturan pengiriman senjata dan narkoba, serta koordinasi modul teroris dari sisi batas.

Keterkaitan dengan Organisasi Global

Faisal, yang kini tinggal di Rawalpindi, disebut memiliki keterkaitan dengan Lashkar-e-Taiba, Al-Qaeda, dan ISIS. Menurut kementerian, ia terlibat dalam kasus konspirasi Lashkar di Bengaluru pada 2012, Nanded pada 2013, serta menangani kasus ledakan kafe Rameshwaram di 2024, ledakan penggorengan di Mangaluru, dan modul ISIS Al-Hind. Ia juga dianggap mempromosikan propaganda jihadist melalui media sosial dan platform pesan.

Para Pemimpin Senior

Abdul Rauf, anggota utama Lashkar sejak 1999, disebut mengumpulkan dana secara global melalui organisasi seperti Falah-e-Insaniyat Foundation dan Al-Madina Welfare Trust. Ia telah ditunjuk sebagai teroris global khusus oleh Amerika Serikat. Sementara itu, Hafiz Khalid Waleed, yang dianggap sebagai menantu Hafiz Saeed, diduga merencanakan serangan Pampore pada 2016. Ia juga telah dinilai sebagai teroris global oleh AS pada 2012 dan berada dalam Komite Konsultatif Pusat Lashkar sejak 2003.

Nama-Nama Lainnya

Beberapa nama lain yang disebutkan termasuk Ashfaq Ahmed, Maulana Imdad Ullah Makki, Maulana Saifullah Khalid, Mohammad Yaqoob, Maulana Yusuf Taibi, Qari Yaqub Sheikh, Rana Iftikhar, dan Wasim Noor Jat. Mereka memiliki peran beragam, mulai dari pendanaan teroris, rekrutmen, perencanaan operasional, propaganda, pelatihan, hingga koordinasi infiltrasi dan pengiriman senjata via drone ke India.

Unduh aplikasi TOI untuk mendapatkan berita India terkini dan pembaruan langsung.

Gabung diskusi