Now streaming ஆகஸ்ட் 2, 2026
Hot pulse
India News

‘No prima facie case’: HC rejects plea of Mamata Banerjee faction to operate TMC accounts worth Rs 440 crore

Sarah Hernandez - thedeshpost.com 3 mins read 5 views

Tidak Ada Kasus Prima Facie: MA Tolak Permohonan Faksi TMC Mamata Banerjee Thedeshpost.com – Kolkata, 7 Juli – Mahkamah Tinggi Kolkata pada Senin menolak permohonan faksi Trinamool Congress (TMC) yang…

‘No prima facie case’: HC rejects plea of Mamata Banerjee faction to operate TMC accounts worth Rs 440 crore

Tidak Ada Kasus Prima Facie: MA Tolak Permohonan Faksi TMC Mamata Banerjee

Thedeshpost.com – Kolkata, 7 Juli – Mahkamah Tinggi Kolkata pada Senin menolak permohonan faksi Trinamool Congress (TMC) yang dipimpin Mamata Banerjee untuk mengoperasikan tiga rekening bank TMC yang dibekukan oleh Direktorat Penyelidikan Eksekusi (ED). Putusan ini menegaskan bahwa tidak ada bukti awal (prima facie) yang cukup untuk mendukung klaim pemohon bahwa rekening tersebut digunakan untuk keperluan partai. Dalam pengadilan, Hakim Krishna Rao menyatakan bahwa ED memiliki dasar kuat untuk memblokir rekening TMC senilai 440,42 crore rupiah sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang.

Latar Belakang dan Tindakan ED

Penyelidikan oleh ED berawal dari laporan informasi penyelidikan eksekusi (ECIR) yang diajukan oleh Polisi Bengkulu, yang mengungkap dugaan transaksi keuangan tidak sah, pengumpulan dana secara tidak resmi, serta aliran dana ke entitas tertentu. ED memblokir tiga rekening TMC pada April 2023, setelah menemukan indikasi bahwa dana sebesar 160 crore rupiah dialihkan ke perusahaan Carewell Aviation India Pvt. Ltd. dan entitas terkait hingga Juni 2026. Selama periode tersebut, ditemukan bahwa sekitar 82,96 crore rupiah diduga digunakan untuk membeli pesawat jet bisnis Embraer Legacy 600 dan helikopter Agusta Westland 109SP.

Menurut pengadilan, ED telah memastikan bahwa dana dalam rekening TMC yang dibekukan berpotensi terlibat dalam aktivitas korupsi atau penyalahgunaan keuangan. Pemohon faksi TMC menantang tindakan ED, menyatakan bahwa investigasi tidak memiliki cukup bukti untuk mengambil langkah-langkah pembekuan tersebut.

Penolakan MA dan Langkah Selanjutnya

Dalam putusan, MA menolak permohonan pemohon dengan argumen bahwa bukti yang disajikan belum cukup untuk membuktikan ada kasus prima facie. Hakim Saugata Bhattacharyya memberikan waktu tiga minggu bagi ED untuk mengajukan afidavit penjelasan, setelahnya pemohon memiliki dua minggu untuk memberikan jawaban. Sidang berikutnya akan diadakan pada 26 Agustus. Penolakan ini memberikan ruang bagi ED untuk melanjutkan penyelidikan, meski faksi TMC tetap berharap bisa mengoperasikan rekening untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Permohonan pemohon mempertanyakan langkah-langkah ED dalam menginisiasi ECIR, menyatakan bahwa penyelidikan harus dimulai dengan kepastian bahwa ada indikasi penyalahgunaan dana. Namun, ED menegaskan bahwa dana yang terlibat dalam transfer ke perusahaan pihak ketiga bisa menjadi bukti kuat untuk memulai investigasi. Pemohon juga memperlihatkan dokumen pendukung yang menunjukkan bahwa dana tersebut digunakan untuk operasional partai, tetapi MA menilai bukti tersebut belum memadai untuk mencapai standar prima facie.

Kasus ini memperlihatkan perangkat hukum dalam mengatasi dugaan penyimpangan keuangan partai politik. ED, yang merupakan lembaga antikorupsi di India, memiliki kewenangan untuk memblokir rekening bank jika ada indikasi aliran dana ilegal. Selama penyelidikan, lembaga tersebut telah mengumpulkan data tentang transfer dana besar ke perusahaan terkait, termasuk bisnis kelas premium seperti pesawat dan helikopter. Pemohon faksi TMC mengklaim bahwa dana tersebut dialihkan untuk keperluan operasional partai, namun MA menilai bahwa bukti yang disajikan tidak cukup untuk memenuhi kriteria kasus prima facie.

Keputusan MA ini memiliki dampak signifikan bagi faksi TMC, karena membatasi akses ke dana partai hingga penyelidikan selesai. Dengan menolak permohonan, pengadilan memberikan kekuatan hukum kepada ED untuk melanjutkan proses penyelidikan, yang berpotensi memperkuat tuntutan terhadap faksi TMC. Kasus ini juga menjadi contoh bagaimana sistem hukum India mengatasi tuntutan penyalahgunaan keuangan partai politik, terutama dalam konteks politik di wilayah Bengkulu.

Dengan menolak permohonan, MA memastikan bahwa penyelidikan akan berlangsung secara terbuka, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Faksi TMC sekarang harus menunggu putusan lebih lanjut pada 26 Agustus, saat mana ED akan mengajukan afidavit penjelasan. Kebijakan pembekuan rekening ini juga menjadi fokus perdebatan antara ED dan TMC, dengan faksi partai berusaha membuktikan bahwa dana tersebut tidak terlibat dalam aktivitas korupsi. Dalam konteks ini, “no prima facie case” menjadi kunci untuk menentukan apakah penyelidikan harus diteruskan atau dihentikan.

Gabung diskusi