Now streaming ஆகஸ்ட் 5, 2026
Hot pulse
India News

‘Power to you Sonam and young cockroaches’: Atishi joins CJP protest on day 24 as Wangchuk’s health worsens

Sarah Hernandez - thedeshpost.com 4 mins read 7 views

Power to You Sonam dan Generasi Muda: Atishi Bergabung dengan Protes CJP Hari ke-24 Saat Kesehatan Wangchuk Memburuk Power to you Sonam and young - Power to

‘Power to you Sonam and young cockroaches’: Atishi joins CJP protest on day 24 as Wangchuk’s health worsens

Power to You Sonam dan Generasi Muda: Atishi Bergabung dengan Protes CJP Hari ke-24 Saat Kesehatan Wangchuk Memburuk

Thedeshpost.com –

Power to you Sonam dan generasi muda

, kata Atishi saat ia turut serta dalam aksi protes hari ke-24 Partai Jantan Kecoa (CJP) di Jantar Mantar, Delhi. Kecoa ini merupakan bagian dari gerakan yang menuntut perubahan terhadap sistem ujian dan kecurangan dalam proses penerimaan calon peserta ujian. Dalam pernyataannya, Atishi menekankan pentingnya keterbukaan dan keadilan bagi generasi muda, yang menurutnya menjadi korban dari praktik kebocoran soal yang telah mengguncang masyarakat pendidikan. Banyak peserta protes, termasuk tokoh Partai Aam Aadmi, memperkuat dukungan mereka untuk upaya menggulingkan Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan.

Aksi protes yang berlangsung di Jantar Mantar menunjukkan semangat yang tak memudar meskipun kondisi kesehatan Sonam Wangchuk, salah satu tokoh utama dalam gerakan ini, semakin memburuk. Wangchuk yang telah puasa sejak hari ke-16 secara aktif berpartisipasi dalam aksi tersebut, meski harus mengakui bahwa tubuhnya mulai melemah. Dalam sebuah postingan di media sosial, ia menyatakan, “Power to you Sonam dan generasi muda. Kita berjuang untuk masa depan yang lebih adil.” Kalimat ini menjadi semangat bagi ribuan orang yang tergabung dalam aksi berhari-hari ini.

Isu Kebocoran Soal dan Tuntutan Protes

Protes CJP yang dimulai pada 20 Juni 2023 menargetkan kebocoran soal dalam ujian NEET-UG, yang menimbulkan kecurigaan bahwa sistem penerimaan calon peserta ujian tidak transparan. Penyebab utama aksi ini adalah ketidakpuasan terhadap Badan Uji Nasional (NTA), yang diduga terlibat dalam penyelundupan informasi soal ke peserta ujian. Tuntutan utama peserta protes adalah pengunduran diri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dharmendra Pradhan, serta penegakan hukum terhadap para pelaku kecurangan. “Power to you Sonam dan generasi muda,” tambah Atishi, menggambarkan harapan mereka agar reformasi terjadi segera.

Di sisi lain, sejumlah tokoh politik dan publik lainnya juga turut menyuarakan kekecewaan terhadap sistem ujian. Anggota DPR Partai Samajwadi, Pushpendra Saroj, serta mantan menteri kesehatan Kerala, K K, hadir di lokasi aksi dan menyampaikan pesan solidaritas. Mereka menekankan bahwa masalah kebocoran soal bukan hanya isu lokal, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Kita berjuang untuk sistem yang adil,” kata Shailaja, yang hadir dalam aksi, menambahkan bahwa kebocoran soal tidak mungkin terjadi tanpa kesengajaan dari lembaga pemerintah.

Perkembangan Kesehatan dan Keteguhan Peserta Protes

Kondisi kesehatan Sonam Wangchuk semakin memburuk setelah ia menjalani puasa selama 16 hari. Data medis menyebutkan bahwa tekanan darahnya turun menjadi 107/70, dan berat badannya berkurang hingga 8,2 kg. Meski demikian, ia tetap bersemangat dalam menghadapi tantangan ini, termasuk ancaman kesehatan yang bisa mengganggu kesinambungan aksi. Wangchuk yang terkenal karena perjuangannya dalam pendidikan di daerah terpencil terus memperkuat dukungannya terhadap tuntutan peserta protes, meski harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi kondisi fisiknya.

Para peserta aksi juga menunjukkan keteguhan dalam mengungkap fakta. Mereka membagikan bukti-bukti seperti salinan soal yang bocor, surat pemberitahuan dari NTA, dan pernyataan dari pelajar yang merasa dirugikan. Aksi yang berlangsung di Jantar Mantar, yang menjadi pusat kritik terhadap kebijakan ujian, mengundang perhatian media nasional dan internasional. Selain itu, massa protes juga memperkuat seruan untuk revisi sistem ujian, menegaskan bahwa “power to you Sonam dan generasi muda” adalah pernyataan kesatuan dalam perjuangan melawan kecurangan.

Protes yang menjangkau hari ke-24 ini juga mendorong partai oposisi untuk bergerak lebih cepat. Beberapa anggota parlemen menekankan bahwa tindakan pengunduran diri Pradhan adalah langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri masih belum merespons secara langsung, meski menyatakan sedang meninjau laporan-laporan kecurangan. Aksi yang berlangsung di Delhi ini menjadi salah satu dari sekian banyak gerakan keadilan di seluruh negeri, menunjukkan bahwa isu ujian tidak hanya memengaruhi pelajar, tetapi juga masyarakat luas.

Dalam konteks politik, kehadiran Atishi di aksi CJP memperlihatkan solidaritas antar partai. Sebagai wakil ketua DPR Daerah Delhi, ia menegaskan bahwa keadilan pendidikan adalah prioritas nasional. Pernyataannya memperkuat bahwa gerakan ini tidak hanya tentang Sonam Wangchuk, tetapi juga tentang perjuangan generasi muda yang ingin memiliki kesempatan meraih masa depan dengan fair. “Power to you Sonam dan generasi muda,” ulang Atishi, menunjukkan bahwa kebocoran soal adalah bagian dari sistem yang perlu diperbaiki.

Sebagai penutup, aksi CJP hari ke-24 menjadi titik balik dalam perjuangan untuk reformasi sistem ujian. Kehadiran tokoh-tokoh politik seperti Atishi menunjukkan bahwa isu ini menarik perhatian dari berbagai kalangan. Sementara itu, kesehatan Wangchuk yang memburuk memicu kekhawatiran tentang dampak jangka panjang dari perjuangan ini. Meski demikian, semangat peserta aksi tetap membara, menunjukkan bahwa “power to you Sonam dan generasi muda” adalah pesan yang tetap berdaya hingga akhirnya keadilan tercapai.

Gabung diskusi