Now streaming ஆகஸ்ட் 1, 2026
Hot pulse
India News

‘Don’t mistake our patience for weakness’: Omar Abdullah presses Centre on J&K statehood

Linda Brown - thedeshpost.com 3 mins read 5 views

Jangan Tersilap Anggap Kesabaran Kita sebagai Kelemahan: Omar Abdullah Tekan Pusat Soal Kembali Kewarganegaraan Jammu dan Kashmir Hasil Pemilihan Dan Kesabaran Pemerintah Thedeshpost.com – “Jangan salah paham kesabaran kita sebagai…

‘Don’t mistake our patience for weakness’: Omar Abdullah presses Centre on J&K statehood

Jangan Tersilap Anggap Kesabaran Kita sebagai Kelemahan: Omar Abdullah Tekan Pusat Soal Kembali Kewarganegaraan Jammu dan Kashmir

Hasil Pemilihan Dan Kesabaran Pemerintah

Thedeshpost.com – “Jangan salah paham kesabaran kita sebagai kelemahan” – kalimat ini menjadi perhatian utama dalam pidato Omar Abdullah, Menteri Besar Jammu dan Kashmir, yang dilontarkan semasa acara Majelis Kerja Pekerja besar di Mausoleum kakek dan neneknya di Hazratbal. Ia menekankan pentingnya kembali kepada kewarganegaraan Jammu dan Kashmir (J&K) dengan menyoroti bagaimana pemerintahnya terus membangun komunikasi dengan pusat, tetapi mengingatkan bahwa kesabaran tidak berarti mengakui ketidakmampuan. Abdullah menyatakan, “Jika kita diberi kesempatan membentuk pemerintah, mengapa kita tidak bisa menentukan waktu yang tepat untuk memulai kembali proses negara?”

Abdullah mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah pusat yang menurutnya memperlambat kemajuan pemberian kewarganegaraan J&K. Ia menekankan bahwa kesabaran pemerintah daerah tidak seharusnya dianggap sebagai penerimaan terhadap kekuasaan pusat, melainkan sebagai strategi untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dalam pidatonya, ia menuding bahwa kebijakan pusat memanfaatkan waktu yang disediakan oleh partai pemerintah untuk mengembalikan hak-hak J&K, sebagai upaya mengurangi tekanan dari masyarakat dan pemimpin lokal.

“Jika kamu membiarkan kami membentuk pemerintah, maka kamu harus memungkinkan pemerintah itu bekerja efektif. Jika tidak, apakah manfaatnya? Jadi, kamu harus menghentikan pemilihan,” tegas Abdullah.

Dalam konteks situasi politik yang sedang berlangsung, Abdullah menekankan bahwa kebijakan “waktu yang tepat” untuk kembali kepada kewarganegaraan J&K bukanlah sesuatu yang bisa ditentukan oleh pusat semata. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menentukan waktu sendiri, menegaskan bahwa kesabaran rakyat tidak boleh dianggap sebagai penyerahan kekuasaan. Abdullah juga menyebutkan bahwa kritik dari pusat tentang kelemahan partai pemerintah daerah merupakan sinyal bahwa kebijakan mereka bergerak lambat.

Aspek Politik Dan Penyebab Keterlambatan

Omar Abdullah menyatakan bahwa terlambatnya pengembalian kewarganegaraan J&K berakar pada kebijakan pemerintah pusat yang dipimpin oleh BJP, yang menurutnya masih memperhatikan kepentingan politik dominan. Ia menekankan bahwa kesabaran rakyat dan pemimpin daerah bukanlah tanda ketidakmampuan, melainkan keinginan untuk membangun kesepakatan yang adil. “Kita tidak pernah menolak dialog, tetapi jika dialog itu tidak memberikan hasil, kita harus mengambil tindakan yang lebih tegas,” tambah Abdullah.

Menurut Abdullah, proses penyelenggaraan pemilu yang dilakukan oleh pusat selama beberapa tahun terakhir telah memperlihatkan ketidakpedulian terhadap kepentingan rakyat J&K. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mempercepat proses pembentukan kembali negara jika tidak ada kesepakatan yang jelas. “Kita tidak ingin membuat kacau, tetapi kita juga tidak ingin terus menunggu tanpa hasil,” katanya. Kesabaran, menurut Abdullah, adalah alat untuk memperkuat posisi, bukan untuk menyerah.

“Saya bertanya, bagaimana kita akan mengetahui waktu yang tepat sudah tiba? Apa yang harus saya dan rekan-rekan saya lakukan agar mencapai momen itu?”

Kesabaran pemerintah J&K juga menjadi isu penting dalam diskusi tentang kembali ke kewarganegaraan. Abdullah menyatakan bahwa waktu yang dianggap ideal oleh pusat berbeda dengan keinginan rakyat, yang ingin segera menyelesaikan masalah secara efektif. “Kita tidak menginginkan kekacauan, tetapi kita juga tidak bisa terus membiarkan kebijakan yang tidak berkesinambungan,” ujarnya. Dengan ini, ia meminta pusat untuk mengevaluasi kembali kebijakan yang terkesan memperlambat proses.

Dalam menanggapi kritik dari pihak yang menilai kesabaran sebagai kelemahan, Abdullah menyatakan bahwa partai pemerintah daerah, Congress, telah menjalankan tugasnya secara baik. Namun, ia menegaskan bahwa kesabaran tidak boleh disalahartikan sebagai pengakuan terhadap dominasi pusat. “Kita menunggu, tapi kita juga bersiap untuk bertindak jika tidak ada kejelasan,” katanya. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga hubungan dengan pusat sekaligus memperjuangkan hak-hak rakyat.

Omar Abdullah menambahkan bahwa masa depan J&K bergantung pada keputusan politik yang bijaksana dari pemerintah pusat. Ia meminta pusat untuk melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk pemimpin lokal dan warga J&K, dalam proses pengembalian kewarganegaraan. Kesabaran, menurutnya, adalah cara untuk membangun konsensus, tetapi jika tidak ada penyelesaian yang cepat, keinginan rakyat akan berubah menjadi frustrasi.

Gabung diskusi