TheDeshPost
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

‘Won’t let Indus waters reach patrons of terror’: Rajnath Singh’s strong message to Pakistan

Published ஜூன் 13, 2026 · Updated ஜூன் 13, 2026 · By Linda Brown

Pesan Tegas Rajnath Singh: Tidak Akan Membiarkan Air Indus Mencapai Pelaku Teror

Won t let Indus waters reach - Sebagai respons terhadap serangan teror yang dilakukan oleh Pakistan, Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, memberikan pesan kuat dalam sebuah pernyataan. Ia menyatakan bahwa pemerintahan yang dipimpin Narendra Modi tidak akan membiarkan air dari Sungai Indus mencapai pelaku teror, yang dianggap sebagai "pembantu teror". Ini menjadi fokus utama pembicaraan dalam kaitannya dengan Traktat Air Indus, yang kini sedang dalam kondisi tertunda.

Konteks Traktat Air Indus dan Serangan Teror Pahalgam

Pernyataan Singh muncul di tengah ketegangan diplomatik antara India dan Pakistan setelah serangan teror di Pahalgam tahun lalu. Dalam wawancara di Hyderabad, ia menegaskan bahwa India mengambil langkah tegas dalam menghentikan Traktat Air Indus sebagai bentuk sanksi terhadap Pakistan. Singh menyatakan bahwa tindakan ini menunjukkan komitmen India untuk tidak lagi memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang berperan dalam kekerasan.

"Setelah serangan teror di Pahalgam, kami menghentikan Traktat Air Indus untuk menyatakan bahwa mereka yang air mata mereka telah kering tidak boleh berharap air dari kami. Kami tidak akan membiarkan air Indus mencapai pelaku teror, dan musuh manusia," tegas Singh.

Traktat Air Indus, yang telah diteken sejak 1960, menjadi simbol kerja sama bilateral antara kedua negara. Namun, dengan serangan teror tersebut, India memutus kerja sama ini sebagai bentuk perlawanan terhadap Pakistan. Singh menekankan bahwa India kini memiliki kekuatan untuk mengambil langkah yang tegas, baik secara politik maupun militer.

Komitmen NDA dalam Penguatan Keamanan dan Pertumbuhan Ekonomi

Rajnath Singh juga membanggakan pencapaian pemerintahan NDA dalam bidang pertahanan dan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa anggaran pertahanan India telah meningkat drastis, mencapai 8 lakh crore rupee, dibandingkan 2,5 lakh crore rupee pada masa pemerintahan sebelumnya. Singh menekankan bahwa investasi ini meningkatkan kemampuan India dalam menjaga keamanan dan menghadapi ancaman teror.

Dalam bidang ekonomi, ia menegaskan keyakinan bahwa nilai ekspor barang-barang India akan mencapai USD 2 triliun dalam lima tahun ke depan. "Ekspor pertahanan sendiri telah mencapai Rp 39.000 crore dan diharapkan meningkat lebih lanjut. Kami juga memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata-senjata canggih seperti Brah Mos, yang siap digunakan jika diperlukan," tambahnya.

Selain itu, Singh menyoroti peran India sebagai mitra global yang diakui. Ia menyebutkan bahwa negara ini terus membantu berbagai negara dalam krisis, termasuk selama pandemi Covid-19. "India dikenal sebagai 'vishwa bandhu' atau sahabat dunia, tetapi kita tidak ragu untuk mengambil tindakan ketat terhadap musuh," jelas Singh.

Rajnath juga menyoroti perubahan yang terjadi di Jammu dan Kashmir. Wilayah yang sebelumnya dikaitkan dengan terorisme kini menunjukkan pertumbuhan pariwisata, investasi, dan peluang kerja. "Bendera nasional berkibar bangga di Lal Chowk, perayaan Krishna Janmashtami diadakan pertama kalinya, dan prosesi Muharram berjalan tenang. Bioskop yang tertutup selama puluhan tahun pun kembali dibuka," katanya.

Dalam kritik terhadap Partai Kongres, Singh menyatakan bahwa lawan politik sering menegaskan bahwa India tidak bisa mengubah sistem. Namun, ia menegaskan bahwa NDA telah menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan, termasuk abrogasi Artikel 370 dan penurunan naxalism. "Kerja terus berlangsung di banyak negara yang dipimpin BJP. Yang akan datang, saya tidak perlu jelaskan," tutupnya.